Senin, 24 Oktober 2011
Gunung Bajul. Ajrut-Ajrutan. Wow Ini Virus Keempat
Sejak menjadikan sepeda menjadi bagian dari aktifitas kami sekeluarga, kami sering mencari beragam bentuk bersepeda. Mulai dari ikut CFD sampai bersepeda jarak jauh. Nah bentuk lainnya ya mencoba medan offroad. Meski masih dalam kategori newbie, kami memasukan mental bonek untuk urusan ini.
Dengan mengandalkan skok hasil upgrade bulan lalu, kami berdua langsung menyatakan ikut ketika GTS (Gowes Tetap Semangat) mengshare kegiatan ajrut-ajrutan ke Gunung Bajul. Ohya, Gunung Bajul itu adalah sebuah wilayah pebukitan di wilayah Karangpilang Surabaya Selatan yang di sebagian wilayahnya digunakan kegiatan anggota marinir. Tak heran dalam perjalanan kami menemukan areal lapangan upacara dan lapangan tembak disana. Nah cerita lengkapnya begini.
Minggu pagi, 23 Oktober 2011. Dini hari setelah menyiapkan bekal sarapan dan makan siang buat Kresna jagoan kami, kami berangkat ke tengah kota. Ada teman kerja yang kasih tiket fun bike yang eman kalo jerseynya gak diambil (lumayan buat nambah koleksi, hahahahaha). Setelah jersey dan snack ditangan, dengan cueknya kami berdua meninggalkan lokasi funbike dan melenggang menuju tikum satu di depan BNI 46 Raya Darmo. Eh ternyata masih nomor satu. Kemudian Om Zul datang disusul Om Yan, nTe Ai, nTe Ryana, nTe Dini dan nTe Santy. Setelah cukup menunggu dan tidak ada yang datang lagi, bergeraklah kita menuju tikum dua (Jembatan Baru Karangpilang). Disana sudah menunggu Om Bonnie. Nah dedengkotnya GTS inilah yang didapuk jadi Marshallnya. Dan ternyata gak salah pilihan kami. Si Om yang satu ini, membawa kita ngetrek dengan “manis” di jalur offroad Gunung Bajul.
Dimulai dari menyusuri tanah retak karena musim kemarau berkepanjangan, sampai bertemu ular sebesar lengan orang dewasa. Wuih……tak terkatakan kagetnya. Tapi aman ularnya berbagi jalan dengan kami. Hahahahaha
Akhirnya melewati jalur teriak, bagaimana tidak berteriak, kami yang baru mencoba jalur offroad harus naik tanjakan dan menuruni turunan curam.serasa terbang. Weeerrrrrr. Untung skok udah di upgrade. Meski rasanya kurang sip. (moga-mogaan ada rejeki lagi buat upgrade lagi. Xixixixi)
Akhirnya bertemu dengan lokasi aktivitas marinir. Setelah melewati lapangan yang kayaknya dipersiapkan untuk upacara (karena ada tiang bendera di tengah-tengahnya) kami juga melintasi lapangan tembak. Untung lagi tidak latihan menembak jadi kami bisa bernarsis ria di antara sasaran tembaknya.
Lanjut….
Nanjak lagi dan melewati ilalang. Waduh. Karena memakai celana pendek, betis ku sempat mendapat kenang-kenang kegores rumput liar. Begitu kena keringat, wadaow perihnya….
Terakhir, kami menuju perkampungan penduduk. Asyik… meski jalanan agak goyang karena tatanan batakonya gak padat. Di wilayah Sumur Welut, kami ketemu bagunan cantik dengan gaya klasik. Narsis dech…. Lihat tingkah pola para “Darma Wanita” GTS di albumku (Ajrut-ajrutan Gunung Bajul). Akhirnya perjalanan mengarah kerumah Om Huda di kawasan Kebonsari. Ini asyiknya, kami Nambang ! Naik perahu kayu yang menyebrangkan kami dari wilayah Kebraon ke wilayah Kebonsari,. Dan ternyata, Om Huda dan nTe Iin sudah menyiapkan es buah !!. Uih…. Sueger. Eh gado-gado juga muncul. Waduh enak tenan. Makasih Om dan Tante. Pangeran yang mbales ya…..hehehehehe
Kurang dari 40 km PP dari Rumah, tapi sensasinya….. Woooow…Lebih baik coba sendiri dech… Insya allah di ulang lagi….Sstttt, kata Om Yan napak tilas. (tapi lebih baik tidak ditulis kenapa)… Cuma peserta Ajrut-ajrutan Gunung bajul yang tau.hahahahahaha… Karena sudah “lulus” Gunung Bajul, kita tunggu pin nya. GTS Ajrut-Ajrutan Gunung Bajul.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar