Selasa, 10 Juli 2012

Bersama Presiden B2W (lagi)


Jumat 6 Juli 2012 itu, kembali aq meneguhkan niatku untuk berangkat ke event Gathering B2W se-Jatim di Kota Jombang, kepada sebagian anggota GTS (Gowes Tetap Semangat). Dengan dukungan sodara-sodara GTS, kami (aq, Om Ridho dan Om Edi Zul) memutuskan berangkat seusai subuh esok hari dengan harapan bisa sampai di Jombang lebih awal untuk bisa istirahat terlebih dulu sebelum mengikuti rangkaian acara yang begitu padat.
Bersama Sahabat Sepeda (B2W Sidoarjo), pagi itu Sabtu 7 Juli 2012, kami membelah dinginnya udara pagi. Dari tikum 1, Rolak Gunungsari Surabaya, aq, Om Ridho dan Om Edi Zul berangkat menuju tikum 2, Pospol Kletek. Di tikum 2 ini sudah menunggu Om Hanafi dan Om Ardimini. Langsung lanjut menuju sasaran sarapan pagi. Wilayah kekuasaan Om Bonnie (Citra Harmoni) untuk sarapan pagi dengan beliaunya. Ternyata Tante Cantik Yulia ikut juga. Mantafffff !

Lepas sarapan bubur ayam yang lezatto abis, perjalanan kami lanjutkan kembali. Di Pom bensin Trosobo, rombongan semakin gemuk. Om Alfan, Om Mahbub, Om Lutfi, Om Tito dan Om Yoyon sudah menunggu kami.
Weeerrrr Jombang we’re coming…….
Suasana mendung terus menyelimuti perjalanan kami. Akhirnya, bertemu Kaha B2W Sidoarjo Om Jonis Jo yang sedang loding perut. Nimbrunglah kami untuk istirahat, ngopi dan ngeteh. Cukup, perjalanan kami lanjutkan ber-sebelas orang. Namun sayangnya, cuaca mulai tak bersahabat. Puanas dan angin kuenceng banget. Dengan bagasi yang penuh dengan materi untuk paparan B2W, mulai abis nafasku. Megap-megap. Untung Om Ridho dan Om Edi Zul setia menemani bergantian. Sampai akhirnya masuk kota tujuan, Jombang. Namun angin semakin kencang dan cuaca juga semakin panas. Menjelang finish aq sempat mendapat’dorongan manis’ dari Om Ridho dan hasilnya sepedaku tetap meluncur dengan manis juga. Sekitar pukul 11 siang, ke-sebelas pesepeda ini, masuk halaman Cempaka Mas HomeStay dengan selamat. Sambutan hangat Om Anang dengan senyum manisnya wuiiiih lega banget.

Berikutnya bertemu dengan Presiden dan Mendagri B2W Indonesia, saling gojlok, cerita-cerita dan ketawa lepas di Joglo depan tempat menginap.

Setelah cukup istirahat, langsung dihajar persiapan rangkaian kegiatan. Bersama Om Poetoet, aq dapat tugas mengawal jalannya acara. Lumayan, hobby ngomong jadi tersalurkan. Wah…. Puadet banget paparan materi B2W. selain materi yang di bagikan fotocopyannya kami juga sempat mencermati film tentang bersepeda di negara-negara lain di luar sana. Cantik banget. Semoga suatu saat nanti di negara ini juga ramah terhadap pesepeda. Peserta gathering juga mendapatka kesempatan untuk berbagi pengalaman bersepeda di masing-masing kotanya. Akhirnya sekitar pukul 10 malam, acara berakhir dan semua peserta berkesempatan istirahat untuk memulihkan stamina, karena esok hari agenda Indonesia Bersepeda menanti.

Minggu subuh 8 Juli 2012. sesuai paparan Om Jalal sang ketua Akrobatik, acara pagi itu akan dimulai pukul 5.30, karena kegiatannya di Mapolres Jombang. Dengan harapan bisa bangun pagi tepat waktu, aq nyalakan alarm cellular pukul 4.00. eh ternyata begitu bangun sesuai rencana, kondisinya masih sepi banget. Akhirnya siap-siap dan nunggu sambil leyeh-leyeh di depan tv nonton film.

Setelah semua siap, berangkatlah rombongan B2W ke Mapolres Jombang untuk ikut meramaikan Indonesia Bersepeda dalam rangkaian Hari Bhayangkara ke-66. Sebelum di lepas untuk FunBike-nya, kami diajak ikut serta melihat proses pemusnahan Barang Bukti Narkoba dan Miras. Narkobanya di bakar dan mirasnya di lindas oleh buldoser.

Nah masalahnya, mirasnya banyak miras oplosan. Begitu dilindas roda buldoser bau spirtusnya menyenggat banget. Nah ini, mau sepedahan tapi menghirup bau menyenggat dan memabukkan. Ngliyeng dech……..

Jalur yang kami lewati saat funbike ini lumayan menantang. Jalur pendek namun lengkap. Ada jalanan datar beraspal, berbatu, tanah, naik turun dan juga jalanan sawah habis panen yang kering kerontang. Struktur tanahnya pecah-pecah yang kalau ban sepeda kita masuk/terperosok, sulit untuk dikeluarkan. Mantaf dech buat tim pencari jalurnya.
Dievent funbikenya inilah, sensasi bersepeda kami dapatkan. Khususnya aq dan om edi Zul. Sejak awal aq dan om edi zul sudah sepakat untuk mengawal Sang presiden B2W, Om Toto Sugito. Pertanyaannya trus kenapa gak Om Poetoet. Soalnya Om Poetoet orang Madiun. Sudah hafal dia jalan pulang. Nah kalo Om Toto, kalo hilang bisa dimarahi Om Teti ….(hahahahahaha…..)
 Ternyata, Om Toto ini gilanya sudah stadium 4. Gila bener. Naik sepedanya gak pake ngerem lagi. Pancal terus. Jalanan padat merambatpun tidak turun tuh kaki dari pedal. Kalo memungkinkan, tetap digowes sesuai jalurnya. Namun jika sebaliknya, sepeda turun ke jalur sawah dan tetap digowes dengan kecepatan yang heemmmm….. Mantaffff. Bahka ada sekali waktu, sang sepeda di panggul melintasi jalur yang tak bersahabat itu. Jujur, keteteran aq mengikuti kayuhan Mr President.

Sampai akhirnya aq harus menyerah pada tanjakan menjelang makam cina. Gantian Om Edi Zul yang mengawal Om Toto. Saya…? Sedikit melambat dengan om Sidik dari Mojokerto. Lalu dimana GTSer lainnya. Ternyata sodaraku lainnya berkumpul membantu Om Bonnie yang ban sepedanya purik dan buang angin sembarangan. Akibatnya harus ganti ban dalam.

Wah Salut dengan Tim Akrobatik yang menghelat acara ini. Om Jalal, Om Robert dan Om Anang. 4 jempol buat njenengan bertiga.
Sampai di finish lagi, Om Toto langsung balik kanan menuju penginapan. Kata beliau langsung loding dan menuju bandara Juanda, karena ada tugas lain yang menanti. Jadilah aku, Om Edi Zul, Om Ardimini dan Om Lutfi yang menanti teman-teman lain. Karena lama ditunggu gak datang-datang juga, aq memutuskan untuk menunggu tim di penginapan saja sekaligus istirahat. Nah, perjalanan menuju penginapan ini yang ciamik. Ketemu PK5 yang jualan minuman khas Jombang. Es degan durian. Mantaffff. Murah lagi. Seger tenan.
Akhirnya semua tim sudah berkumpul kembali di penginapan dan kamipun siap-siap kembali pulang dengan segudang pengalaman dan cerita seru. Perjalanan pulang ini terpaksa tim terbagi dua. Loding dan tetap macal. Aq, Om Ridho, Om Edi Zul dan Om Bonnie, loding dengan mobilnya Om Bonnie. Sementara Om Jonis Jo, Om Hanafi, Om Alfan, Om Lutfi,Om Mahbub, Om Ardimini, Om Tito dan Om Yoyon tetap mancal menuju Surabaya dan Sidoarjo. Sempat berhenti dan bergabung dengan Om Jonis Jo di rumah makan Arema di daerah Mojoagung. Wah kelaparan kabeh. Untung menunya Sop Buntut mantap tenan. Seger lagi dech.

Sampai Surabaya, perjalanan ke rumah kami lanjutkan dengan Gowes. Sempat mampir di rumah Om Huda untuk cerita-cerita. Om Huda dengan tebar benih ikan di Taman Prestasi Surabaya, dan kami dengan acara gathering pengurus B2W se-Jatim. Seru-seru !
Akhir, gimana Om President…. Coklatnya mantaff kah ?

Selasa, 26 Juni 2012

Gowes to Bromo with GTS



Saat Om Bonnie memposting photo-photo daerah Nongkojajar sampai Pananjakan di wall GTS beberapa waktu lalu, mataku langsung terbelalak. Wah alangkah asyiknya jika bisa ikut mengekseskusi jalur tersebut.  Namun ada juga terselip keraguan, bisa ikut gak ya… apalagi saat itu, aku sedang mempersiapkan acara khitan untuk jagoan semata wayangku. Kresnanda. Pertimbangan lain lagi, si Blue yang selalu setia ku tunggangi, sudah di minta Kresna untuk mengantikan sepedanya yang sudah kekecilan. Dalam hati aku cuma berharap, emoga masih ada sisa dana dari acaranya Kresna. Jadi aku bisa beli sepeda buat ikut eksekusi Nongkojajar – Bromo with GTS. Hahahahahahaha
Begitu jadwal pasti eksekusi di posting, walah…. Kog Cuma berjarak 5 hari setelah acara khitannya Kresna toh…. Bisa ikut gak ya….. Meski penuh dengan keraguan, aku berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa aku bisa ikut touring ini. Dua hari setelah dikhitan, luka khitan Kresna sudah mengering sebagian. Akhirnya bersama Om Ridho, suamiku, aku mulai mempersiapkan segala tetek-bengek kebutuhan touring, termasuk didalamnya sepeda baru.(Alhamdulillah masih ada sisa dana.hahahahahahahaha)

Akhirnya hari H pun tiba. Sabtu, 23 Juni 2012. sejak jam 15.00 aku dan om Ridho sudah siap di kantor ORARI Lokal Surabaya Selatan. Di kantor ini semua tim eksekusi Bromo with GTS akan berkumpul dan berangkat sekitar pukul 17.00. Loding menuju penginapan di daerah Purwodadi Pasuruan dan esok harinya baru menuju sasaran.
Alhamdulillah, Om Dimaz bawa nasi kotak dengan menu ayam panggang, wah makan malam dulu sebelum berangkat, karena perjalanan terpaksa di mundurkan 2 jam menunggu mobil loading. Sekitar pukul 10.00 malam, kami sampai di penginapan. Langsung istirahat mempersiapkan diri untuk eksekusi esok hari.
Minggu, 24 Juni 2012. setelah berbenah dan sarapan nasi goreng sosis plus telur ceplok, minum the manis hangat, perjalanan dimulai. Masih loading lagi menuju titik awal gowes di daerah Krajan Lor. Jalanannya asyik sekali. Naik dan berkelok-kelok. Lumayan jauh sih, sekitar 20km-an. Sampai langsung rakit sepeda lagi dan Bromo we’ll be Coming !!

Bertujuhbelas kami mulai perjalanan.  Begitu start, kami langsung dihajar tanjakan. Agak keteteran juga sih. Tapi gak haram ka di tuntun. ( Om Aris bilang, kayak anggon E*****a, hahahahahahaha) Setelah cukup mengenal medan, perjalanan lancar jaya. Sayangnya kali ini, aku masih belum mampu menjadi pesepeda sejati ( karena pesepeda sejati adalah seberapa dekat ia dengan teman yang paling belakang). Bukan karena sok kuat sih tapi kali ini aku bersepeda dengan sepeda baru yang sama sekali belum aku kuasai sistemnya. Sepeda lamaku, si Blue menggunakan operan putar sementara yang baru, si Adek, pake tekan. Kemudian si Adek juga menggunakan megagir dan rangka alumunium. Jadi ringan banget. Aku yang biasa bawa sepeda berat jadi rada kaget. Alhasil suamiku, Om Ridho tertinggal jauh di belakang. Bersama nTe Siti, Om Ratna Tri, Om Haho dan Om Samsul Huda, aku melaju pelan-pelan. Jalanan penuh tantangan harus dihadapi. Mulai Aspal yang mengelupas, batu gunung yang tajam-tajam hingga jalanan berpasir yang membuat aku harus ektra konsentrasi. Bagaimana tidak, sisi jalan sebagian adalah tebing yang sangat curam. Meleng sedikit saja, wuuuuus bisa pulang tinggal nama. Menjelang turunan ke lautan pasir, kami sempat naik ke satu bukit kecil yang tanjakannya ciamik tenan. Tapi naiknya gak pake sepeda. Aku jalan kaki. Dan di puncaknya aku sempat foto lo… tapi pakai sepeda sang Suhu Om Haho. (foto-fotonya bisa lihat di album aku ya…) Alhadulillah setelah melahap 3-4 bukit yang sangat eksotik, sampai juga di padang pasir menjelang Gunung Batok yang bersebelahan dengan Gunung Bromo. Walah, Capek dan lapar terbayar sudah. Subhanalloh, Indah banget. Tak terkatakan betapa indah pemandangan gunung Batok dan lautan pasirnya. Sayangnya Bojoku, Om Ridho tertinggal jauuuuuuuuh banget. Semakin sedih rasanya, begitu datang lagi rombongan berikutnya, kekasih hati ini tak terlihat juga. Bahkan aku sempat terteguh saat om Bonnie bilang, “mungkin om Ridho gak sampai finish nTe. Soalnya tadi menemani nTe Siti dan om Yan yang kecapekan”. Walah, dalam hatiku rasanya ada yang hilang. Dulu sewaktu eksekusi Jolotundo, mantan pacarku ini juga tidak sampai finish. Jadi aq ditemani teman-teman Distro, Om Sapto, Cak Hanafi dsb. Sekarang harus terulang lagi. Tapi ya sudahlah, munkin foto-foto di lautan pasir bisa mengobati kekecewaannya nanti. Sebagai gantinya, aku sempat membuat foto dengan Om Haho, sang Suhu yang selalu menyemangatiku sepanjang perjalanan. Suwun ngih Om…..

Sempat hendak melanjutkan perjalanan ke gunung Bromo, namun sayangnya nafsu besar kami harus dimasukan kulkas. Badai pasir meski tidak terlalu besar terjadi. Dan Subhanallah, kami melihatnya dari kejauhan. Sungguh besar kuasa Allah. Indahnya tarian Pasir dengan koreografer Sang maha Kuasa.

Dengan rasa syukur yang tak berkurang sedikitpun, kami balik kanan kembali menyusuri jalan datang. Dan ternyata kejutan untukku menggema….Suara Om Huda menyibak dinginnya udara. “ nTe Arum, Yayangmu datang tuh……..”
Subhanallah, Suamiku nyampe juga di Finish. Bersama Om Yan dan nTe Dini, mereka bertiga dengan senyum kecapekan menyambut senyum kami. Ya allah, pelukan hangat sangat melegakan rasaku. Nte Dini spontan berkata, “makasih ya nTe… maaf Om Ridhonya tak paksa nemani aku…” Sueneng banget. Lengkaplah Tim GTS gowes ke Bromo. Langsung narsis-narsis. Dan seperti biasa, aku dan suamipun bikin foto afterwedding.

 Wah sueneng tenan. Setelah di rasa cukup. Kamipun kembali menyusuri jalur Midodareni. Dihajar tanjakan berpasir yang membuat sepeda kami selayaknya barang berdebu yang tidak terjamah bertahun lamanya. Penuh debu pasir. Kembali ke bace camp awal dan mulai menikmati jalanan menurun. Ini dia asyik dan nyamannya. Tapi tetap harus konsentrasi tingkat tinggi. Jalananan berbatu tajam dan menurun. Apalagi kabut mulai turun Wadau…. serasa ajrut-ajrutan yang akan merobek ban sepeda kami. Tak terasa telapak tanganku melepuh, padahal aku sudah memakai sarung tangan. Dan akhirnya sampai kembali di lokasi mobil loading terparkir. Total 20an kilometer dari titik awal sampai kembali. Dan kecepatan rata-rata hanya 5,81km/jam. Namun jalurnya… Alamaaaaak sesuatu banget !

GTS, terima kasih ya…. Om Bonnie makasih mobil loadingnya, Om Zul makasih penginapannya, Om Dimaz, makasih makan malamnya, Om Ratna Tri Martono dan Om Teuku Suwandi, terima kasih foto-foto ciamiknya. Nte Santy, nTe Siti, nTe Dini, Om Huda, Om Haho, Om Yan, Om Aries, Om Samsul, Om Djoko, Cakapid, suwun sanget ngeh. Special my hubby, Om Ridho, Love U Full Jek !.


Senin, 28 Mei 2012

Bersama Tanam mangrove di 917 tahun Surabaya


Kembali bersama GTS (Gowes Tetap Semangat), aku dan keluargaku belajar mencintai alam. Minggu itu, 27 Mei 2012, tiga hari menjelang hari H, Ulang Tahun Kota Surabaya tercinta, 30 Mei. Hari itu ada gelar rangkaian peringatan Ultah Surabaya. Tanam mangrove di areal bantaran sungai sekitar Ekowisata Mangrove Wonorejo. Ada sekitar 12 ribu pohon mangrove yang siap untuk kami tanam.

Karena acara tanam mangrove ini adalah event pemkot Surabaya, maka bisa dipastikan ibu walikota hadir. Meski terlambat karena padatnya rangkaian acara peringatan hari jadi kota Surabaya, akhirnya Bu Tri Risma Harini datang juga. Wah meski kami ini pesepeda tangguh karena sering kepanasan di jalan, namun kalo kepanasannya sambil diam mematung ya lumayan juga rasanya. 

Lepas apel pembukaan, mulailah acara tanam mangrove. Dengan diawali nyebang sungai dengan perahu karet tanam bibit mangrove yang sedemikian serunya menjadikan kami bahu membahu saling tolong menolong. Inilah bukti kebersamaan kami mendukung terciptanya alam yang hijau. 

Usai tanam mangrove, giliran makan siang. Wadah, panitianya minta di slentik ne…. masak peduli lingkungan tapi kotak makannya dari stereofoam. Please jangan di ulangi lagi ya….kan gak bisa di daur ulang. Membahayakan lingkungan tuh !

Eh ternyata ada rejeki lagi lo… kita bergeser ke sisi lebih dalam. Ada syukurannya Om Wawan Sumbawa dari Komunitas Nol Sampah. Tapi sebelumnya sempat juga istirahat diantara tambak dan rimbunnya tanaman mangrove. Wah keren abis. Makasih ya… udah ngajak kita tanam mangrove. Pengalaman yang tak kan kami lupakan.



Jumat, 18 Mei 2012

Gowes Nekat (Hutan Jati Dawar Blandong Mojokerto)



Hari itu, kamis 17 Mei 2012. Tanggal merah libur Kenaikan Isa Almasih. Sebetulnya buanyak agenda kegiatan namun aq terpaksa gak ikut karena ada rencana luar kota urusan kantor. Eh ternyata ditunda. Terpaksa bikin acara berdua saja. Karena gak punya tujuan pasti, akhirnya kami berdua memutuskan gowes kemana roda mengelinding. Maksudnya sih lebih pada bergerak aja toh kalo kesasar ‘kentongannya’ bisa dibunyiin.

Keluar dari garasi tepat pukul 05.30 (siangan kerena harus nyiapin masakan buat Jagoan kecilku yang ditinggal di rumah). Perjalanan dimulai dari arah Gunungsari Ke Wiyung. Lurus aja kearah barat sampai masuk wilayah Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik. Notok tok pertigaan, belok kiri kearah Kedamean. Wah mulai bertemu banyak kendaraan besar, maklum didaerah ini banyak pabrik. Sampai akhirnya sebelum Polsek Kedamean, kami ambil jalur ke kanan. Waduh….. pemandangannya makin ciamik !

Belum berapa lama, pemandangan cantik waduh Kedamean menghadang. Walah, seger bener. Rasanya pengen cangrukan lama di situ. Apalagi ada warung kecil di dekatnya. Cuma karena masakannya belum mateng, terpaksa bergerak lagi sambil mencari tempat serapan. Baru 2 menitan dari Waduk Kedamean eh, ketemu lagi dengan waduk yang gak kalah cantiknya Waduk Tanjung. Nah disebelahnya ada lagi waduk. Namanya Waduk Belahanrejo. Total kami ketemu 3 waduk ciamik hanya dengan jarak yang relative dekat di wilayah Kedamean Gresik.

Berhenti hanya foto-foto saja, perjalanan kami lanjutkan kembali. Mulai asyik ketemu hutan jati. Sayangnya pohon jatinya relative masih muda. Nah…. Karena sepanjang perjalanan gak ketemu warung buat sarapan, akhirnya kami nekat berhenti di tengah hutan ini. Buka bekal roti manis dan alhamdulillah ternyata tempat kita berhenti ini tempat jualan es tebu hijau. Penjualnya baru datang. Jadi lumayan lama nunggu es tebunya siap di minum. Ah… segernya sepadan dengan lamanya menunggu.
Lanjut…..
Mulai perjalanan dengan bayak tanjakan dan turunan meski gak ekstrim. Asyik. Ketemu tegalan penuh dengan tanaman lombok. Juga petani yang memanen hasil ladang. Mulai dari ketela, labu, bengkuang dan lain-lain. Stttt…. Sambil bergaya seperti fotografer, aku juga sempat ngobrol dengan mereka. Banyak curhatan yang bikin sesek juga sih…. Bayangkan, saat panen melimpah jayak begini, harga lombok Cuma Rp. 3.000,- perkilonya. Akibatnya banyak hasil panen mereka yang dijemur saja. 

Sampai akhirnya sampai di perempatan pasar Dawar Blandong. Mulai agak kebinggungan. Lanjut atau balik ya….. akhirnya mampirlah ke Polsek Dawar Blandong yang kebetulan bersebelahan dengan kantor kecamatan Dawar Blandong. Alhamdulillah setelah ngobrol ngalor-ngidul dengan petugas SPK ada beberapa arah pulang dengan masing-masing konsekuensi rutenya. Kami memilih melintasi Hutan jati yang lebih eksotik. Pilihan itu dilakukan dengan pertimbangan jalur dalam dan tidak bertemu banyak kendaraan besar. Selain itu jalur ini juga ada hutan kayu putih termasuk pabrik penyulingan minyak kayu putih. Jiah…pasti pesonanya tak tergantikan. Selain keindahan jalur Hutan Jati, pak Nur petugas SPK Polsek Dawar Blandong ini juga mengambarkan kondisi jalanan yang rusak. Tapi ah… gak papa lah… anggap aja offroad. Hahahaha…..

Dan ternyata benar… jalananannya rusak dan sempit. Terpaksa kami bergantian dengan truck, mobil pribadi dan juga sepeda motor. Berkali-kali berhenti untuk foto-foto. Akibatnya pengguna jalan lainnya sempat bingung melihat tingkahku dan suami. Soalnya memfotonya juga sampe nungging-nungging juga. Hahahaha…..

Wah pemandangan dari atas bukit ternyata sangat indah, meski tidak setinggi Sumber Tetek Pasuruan. Jalur yang kami lalui untuk kembali ke Surabaya memang lebih jauh. Memutar. Tapi ndak apalah, yang penting nyampai rumah dengan pengalaman yang takkan terlupakan. Akhirnya jalur yang kami lalui adalah wilayah Wringin Anom Gresik yang tembus sampai Karangpilang Surabaya. Karena bawa lombok buanyak, kami sempat mampir di rumah nTe Iin untuk berbagi informasi. Saya dan suami bercerita Hutan Dawar Blandong, sementara nTe Iin dan suaminya om Huda, bercerita hasil survey di Nongkojajar-Pananjakan, yang insya allah menjadi target GTS berikutnya.
Wah total 85,75 km lengkap dengan teparnya suamiku tercinta. Hahahahahaha tepar lagi-tepar lagi….. kurang sepedahannya tuh Yang…..

Senin, 07 Mei 2012

Family Gathering GTS (Gowes Tetap Semangat)



Pagi itu masih jam 4 pagi. Tapi Bundaku sudah ribut banget. ‘Bangun…bangun… hayo  bangun semua …’. Wah pokoknya berisik banget. Aku masih ngantuk. “Na, jadi ikut gak…Bunda tinggal lo”. Suara Bunda melengking berbarengan pintu kamarku dibuka dari luar.

Eits,
“Ikutlah. GTS gitu lo…”
Langsung loncat dari tempat tidur, meraih handuk dan lari ke kamar mandi. Eh jangan salah, aq gak mandi. Masih dingin banget. Cuma cuci muka, sikat gigi dan pipis. Hahaha.
Setelah bantu Bunda memasukan bekal ke dalam bagasinya sepeda. Aq langsung siap-siap. Baju seragam GTS dan kaos ganti jika nanti dibutuhkan. La… lupa. Hari ini ada Family Gatheringnya GTS Om dan Tante. Acaranya di Delta Fishing Sidoarjo. Jaraknya dari Surabaya hanya sekitar 18 km saja. kita bersepeda ke sana. Dan agendanya banyak. Om-omnya (bapak-bapaknya) mancing. Tante-tantenya (ibu-ibunya) nyiapin sarapan dan rujakan. Anak-anaknya (kayak aku) main Outbond. Asyik khan…..

Berangkat ke Delta Fishing langsung menuju tikum di Taman Pelangi (Dolog). Menunggu sebentar datanglah keluarga Om Huda. Te Iin, kakak Inam dan adek Idos. Wah seru… sambil menunggu anggota GTS lainnya, aku langsung main dengan kakak In’am. Sayangnya adek Idos ndak diturunkan dari boncengan sepedanya Te I’in. Akhirnya lengkap dan kami bergerak ke Delta Fishing.

Sampai di Delta Fishing sudah rame banget. Setelah beli tiket masuk (Rp.3.000 /orang) kita langsung menvari tempat untuk basecamp-nya. Dapat 2 joglo yang berdekatan nomor 5-6. aku dan kakak In’am dan adek Idos langsung minta main Outbond. Tapi kami harus beli tiket terusan. Harganya Rp. 20.000/orang. Asyik. Main Flying Fox, Meniti Jembatan Gantung, Sepeda Air, Berenang dan buanyak mainan lainnya. Setelah capek main, kami bertiga langsung kembali  ke basecamp. Sarapan. Bunda Arum bawakan aku bekal nasi dengan lauk mie goreng, nugget, telur, sosis dan scallop. Pake saus sambal dan tomat lagi. Wuih kenyang. Trus makan rujak juga. Tapi aku gak pake sambel. Makan buahnya aja. Trus maen lagi. Mancing juga. Tapi aku dapetnya ikannya kueciiiiiil banget. Mungkin aku masih kecil ya… jadi dapatnya ikan kecil juga. Ayah Ridho dapat ikan besar seh. Lumayan kalo dibakar pasti enak.

Pas lagi asyik main, datang juga nTe Lia dan adek Malrvel dan adek Bagas. Ada juga adek Habil dan ibunya, Simbok Poncokusumo. Wuih ruame tenan. Setelah capek semua. Mulai siap-siap pulang. Ternyata setelah keluar dari Delta Fishing, kita gak langsung pulang. Berhenti dulu di warung dekat tempat parkir. Ikan hasil pancingannya dibakar disana. Wuih enaaaaak. Makan lagi. Setelah kenyang dan capeknya hilang, baru kami bersepeda kembali pulang. Wah pengalaman liburan bersepeda bersama keluarga yang tidak akan terlupakan. Terima kasih Ayah Ridho dan Bunda Arum. Terima kasih kakak In’am, adek Idos, om Huda dan tante I’in. Terima kasih juga om dan tante semua. Terima kasih GTS. Denger-denger Family gathering berikutnya sepedahan ke camping ground ya….. jangan lupa aku diajak ya… aku punya tenda dom, sleepingbag, nesting dan lampu darurat. Pasti gak ngerepotin kok. Asal sama kakak In’am dan adek Idos juga.

Senin, 30 April 2012

1000 Pohon untuk Gelora Bung Tomo



Hari minggu, 29 April 2012 adalah hari yang melelahkan.  Hari itu adalah hari dimana aku, Ayah Ridho dan Bunda Arum bersama GTS bersepeda ke GOR Bung Tomo. Oh ya Om dan Tante, Gor Bung Tomo atau kalo disingkat menjadi GBT (kayak GBK ya&hellipwink letaknya di Surabaya Barat, tepatnya di daerah Pakal Benowo. Juauuuuuh banget. Puanaaaaas banget dan jalanan yang mendekati GBT buauuuuuuuk banget. (soalnya melewati daerah pengumpul sampah plastik).
Berangkat dari rumah jam 05.40, aku, ayah dan bunda ngumpul dulu di tikum BNI 46 Raya Darmo Surabaya. Sempat melewati CFD juga sih. Trus setelah semua peserta sepedahan ke GBT ngumpul, kita berangkat. Wuih… ternyata juauh banget. Untungnya aku bersepedahnya sama kakak In’am anaknya om Huda. Jadi sambil becanda-becanda dan jadi gak terasa jauhnya.
Perjalanan di mulai dengan melewati Jalan Banyu Urip. Sampai di GBT wah sudah rame sekali. Ada Bonek. Tapi Bonek yang ini namanya Bonek hijau. Mereka memang supporternya Persebaya, tapi mereka juga peduli lingkungan. Kapan hari mereka juga ikut acara cabut paku di pohon-pohon di areal CFD. Dan sekarang mereka ikut tanam mangrove di lingkungan GBT, sama kayak aku dan kelompok bersepedaku. Gowes Tetap Semangat. Pas nanam mangrove ini, kakiku sempat kena duri (kata Bunda telusupen). Meski durinya kecil tapi suakit banget. Tapi untungnya biasa dikeluarkan sama ayah. Trus sama om Huda bekas kena durinya itu juga dikasih obat.

Setelah menanam tanaman Mangrove, kami istirahat sambil foto-foto. Untung bunda bawakan aku bekal makan. Langsung aku makan karena sudah laper banget. Setelah itu perjalanan pulang. Eh mampir ke rumah makan buat sarapan. Aku makan lagi dech…. hahahaha. Terus perjalanan pulang dilanjutkan.Nah pas pulang ini kami lewat jalan Kupang Indah. Walah, jalanannya nanjak-nanjak. Gak kuat aku. Untung ayah dan bunda gantian mengawal aku. Jadi meski pelan, aku tetap bergerak. Pas bedug Dhuhur aku sampai rumah. Kata ayah sih Cuma 45 km sih. Tapi kok kayaknya juauuuuh banget. Apa karena cuaca panas ya…..
Oh ya om dan tante, kasihan dech GBT-nya…. Kayak Gedung Besar yang gak disukai. Kesepian di tengah-tengah tambak. Semoga nantinya banyak di gunakan berolahraga ya…. soalnya selain lapangan bola. Ada juga yang latihan sepatu roda di sana. Sayangnya aku gak bisa masuk ke lapangan bolanya. Jadi gak bisa foto di hamparan rumput lapangan bola. Cuma bisa foto di depan GBT nya saja. Kalau ke Surabaya, jangan lupa gowes ke GBT ya…..

Sabtu, 28 April 2012

Pesepeda Tiga Generasi



Aku memang sudah ndak punya akung. Akung dari Bunda sudah meninggal sebelum aku lahir. Akung dari ayah sudah meninggal juga saat aku masih TK. Tapi sejak kecil aku punya akung lain yang juga sayang aku. Ini Namanya Akung Baskoro dan Ati Selly. Kami sering bersepeda bersama. Asyik lo... abis sepedahan, biasanya Akung ajak aku maen di kolam depan rumahnya. Nangkep ikan, trus bunda dan ati yang masak. trus sarapan rame-rame. Kadang aku juga panen cabe, tomat, terong, mangga bahkan anggur. Kolamnya nya gak besar sih tapi dipinggir-pinggirnya ada banyak tanaman lainnya. Hayo om dan tante kalo maen ke Surabaya tak ajak ke rumah Akung Bas ku.... pasti senang. teman-teman bunda dan ayah juga sering mampir ke rumah Akung ku lo.....