Begitu mendapatkan informasi Peringatan Bike2Work-Day 2012
tepat hari kerja pertama setelah libur panjang lebaran, bayanganku pasti ribet.
Pertama masuk kerja, pasti disibukan dengan rapat dan rapat pengaturan
jadwal/agenda kegiatan selepas libur panjang. Akhirnya, aku hanya bisa menunggu
saja, bagaimana eksekusi B2WDay 2012, sambil sesekali selenting kanan-selenting
kiri, enaknya bikin acara apa….(mosok yo diem aja…..?)
Sampai akhirnya membaca status di Facebike, bahwa di Jakarta bentuk
peringatannya adalah dengan Nite Ride. Kenapa Surabaya gak bikin NR juga.
Awalnya keinginan itu hanya aku simpan saja, sesekali aku lontarkan ke beberapa
teman pesepeda, namun responnya :
“wah hari kerja nTe… jam segitu pasti juga masih sibuk.
Jalanan pasti juga masih macet. Kenapa gak pas minggu aja….”
Bener juga. Wah solusinya piye yo….
Sampai pada saat-saat terakhir, solusi dari Om Ridho,
suamiku, muncul. “ wes bikin NR sendiri aja. Kita share, kalo ada yang mau ikut
hayo…. Gak ada ya NR sendiri aja… yang penting kan niatnya….”
Yo wes keputusannya NR juga. Cuma biar agak berbeda
bentuknya Amazing Race aja. Cuman dikemas jadi Amazing Nite Ride. Bersepeda
menyusuri jalanan Surabaya
sambil mengunjungi tempat bersejarah. Namun areal eksekusinya mana aja ya…. Surabaya kan
guide juga. Nah dari banyaknya pertimbangan akhirnya diputuskan melintasi jalur
sepeda di sepanjang kota Surabaya namun diperluas sampai di Tugu
Pahlawan sebagai Ikon Utama Kota Surabaya.
Mulailah keinginan itu aku share ke teman-teman di FB.
Gayung bersambut. Ada
respon yag ingin ikut NR. Pas saat eksekusi ternyata banyak juga halangannya.
Mendung mulai bergelayut dengan angin yang bertiup sangat kencang. Alhasil,
begitu sampai di tikum start banyak teman yang mundur dengan berbagai
kepentingan yang harus diutamakan. Ndak
masalah Show Must Go On.
Sampai dengan detik terakhir, hanya ada 4 orang sahabat
sepeda. Aku, Om Ridho suamiku, om Bonnie dan Om Hanafia. Dengan santai Om Han
bilang : “ Sip. NR 4sekawan”
“ kog 4 sekawan om..?”
“la kalo 5 kan
namanya gangsal “
Hahahahaha bisa saja Destroyer satu ini kasih alasan.
Begitu batas waktu pukul 20.00 terlewati, kami langsung
memulai NR dengan foto dulu di depan Monumen/patung SuraBaya di depan KBS. Start dimulai…
bergerak menyusuri Jalur sepeda di sepanjang jalan Raya Darmo, lalu lintas
memang padat tapi untungnya tidak merayap. Raya Darmo lanjut ke jalan Urip
Sumoharjo, waduh mulai dech… lajur sepeda dipenuhi dengan mobil yang parkir !
tidak menyisahkan ruang sedikitpun. Terpaksa kita bersepeda tidak dilajur
sepeda. Parahnya, yang parkir bukan saja mobil masyarakat umum yang mungkin
tidak tau peruntukan jalur sepeda, namun juga mobil aparat kepolisian.
Wadah…..!
Lanjut masuk jalan Basuki Rahmat. Lumayan lega…jalanan lebar
dan jalur sepeda bisa dimanfaatkan.tapi begitu masuk Jalan Tunjungan, weh…
mulai lagi… parkir berjejer lagi dan sepeda motor si om Polisi juga ikut
meramaikan. Wes seng waras ngalah saja dech.
Memasuki Jalan Embong Malang, 4sekawan berhenti sejenak.
Biasa, narsis.com dulu. Selesai, kita bergerak lagi menuju Jalan Bubutan. Di
jalan ini point pertama, Gedung Nasional dimana ada makam Dr.Soetomo. Sayangnya disini gelap sekali. Alhasil untuk berfoto
kami menggunakan lampu senter dari sepeda om Bonnie. Sip.
Mulai bergerak lagi menuju Jalan Pahlawan. Untungnya pintu
pagar terbuka dan kami bisa masuk. Di point kedua ini, kami langsung ambil
posisi di depan pagar pintu masuk, jadi photona bisa dengan background Sang
Dwitunggal Sang Proklamator. (aneh ya… monument Sang Proklamator kog di Surabaya…. Sampai Sang Tugu
Pahlawan gak kelihatan ketutup tiang-tiang di belakang monument Sang
Dwitunggal…)
Nah di areal ini aku menemukan satu papan petunjuk peta
tempat bersejarah di Surabaya. Menariknya dibagian bawah ada sepasang Ikan Sura
dan Buaya sebagai maskot Kota Surabaya. Parahnya, baru saat itu aku tau kalau
Ikan Sura tuh simbol laki-laki (Cak Suro) dan Buaya simbol perempuan (Ning
Boyo). Dengan guyon, om Ridho bilang : “ ini mencerminkan Suro wani Boyo Utang.
Laki-lakinya pemberani, perempuannya berhutang”
Wah gak enak tenan artine….. hahahahahahahahahaha
Puas photo-photo, perjalanan kami lanjutkan kembali dengan
mengarah ke Selatan lagi/arah balik. Point ketiga adalah Hotel Yamato atau
Hotel Orange atau sekarang lebih dikenal
sebagai Hotel Mojopahit yang terletak di Jalan Tunjungan. Gak ketinggalan kami
juga photo-photona di lokasi sentral perjuangan arek-arek Suroboyo ini. Saking
semangatnya mengabadikan gambar, gak sadar om Bonnie sampe nungging-nungging
segala. Semangat 45.
Puas berphoto, lanjut ke point keempat, Monumen Gubernur
Suryo di Jalan Pemuda. Jalanan masih cukup ramai. Di kantor Gubernut juga masih
sangat ramai. Terlihat banyak mobil dinas terparkis dan aparat kepolisian yang
bejaga. Maklum beberapa saat sebelumnya ada tragendi Sampang. “Selamat lembur
ya Om-om pejabat…..”
Seperti di point-point sebelumnya, di depan monument
Gubernur Suryo ini kami 4sekawan juga photo. Lanjut kembali menyusuri jalur
sepeda menuju jalan Panglima Sudirman. Di sinilah point kelima. Monumen Bambu
Runcing. Karena Monumennya di tengah jalan dan lalu lintas lumayan rame, kami
hanya di sisi sebelah timur dan mengambil foto dari jarak yang sedikit jauh.
Selesai…. Bergeraklah kami menuju titik finish. Taman
Bungkul. Sengaja finish di lokasi yang identik dengan CFD di wilayah Kota Surabaya,
karena ada areal makanan juga. Dan langsung kita menuju stand juice jumbo. Jus
Alpukat, Jus Jeruk dan Mix Jus Sirsat Stroberry. Mantafffff abis. Setelah cukup
beristirahat, kamipun kembali pulang ke rumah masing-masing dengan harapan
tahun depan menjadi lebih baik.
B2W-Day 2012 with No Atribute, No Loading at All, No Much
People and NO PROBLEMO.