Selasa, 28 Agustus 2012

Amazing Nite Ride B2W-day 2012



Begitu mendapatkan informasi Peringatan Bike2Work-Day 2012 tepat hari kerja pertama setelah libur panjang lebaran, bayanganku pasti ribet. Pertama masuk kerja, pasti disibukan dengan rapat dan rapat pengaturan jadwal/agenda kegiatan selepas libur panjang. Akhirnya, aku hanya bisa menunggu saja, bagaimana eksekusi B2WDay 2012, sambil sesekali selenting kanan-selenting kiri, enaknya bikin acara apa….(mosok yo diem aja…..?)
Sampai akhirnya membaca status di Facebike, bahwa di Jakarta bentuk peringatannya adalah dengan Nite Ride. Kenapa Surabaya gak bikin NR juga. Awalnya keinginan itu hanya aku simpan saja, sesekali aku lontarkan ke beberapa teman pesepeda, namun responnya :
“wah hari kerja nTe… jam segitu pasti juga masih sibuk. Jalanan pasti juga masih macet. Kenapa gak pas minggu aja….”
Bener juga. Wah solusinya piye yo….
Sampai pada saat-saat terakhir, solusi dari Om Ridho, suamiku, muncul. “ wes bikin NR sendiri aja. Kita share, kalo ada yang mau ikut hayo…. Gak ada ya NR sendiri aja… yang penting kan niatnya….”
Yo wes keputusannya NR juga. Cuma biar agak berbeda bentuknya Amazing Race aja. Cuman dikemas jadi Amazing Nite Ride. Bersepeda menyusuri jalanan Surabaya sambil mengunjungi tempat bersejarah. Namun areal eksekusinya mana aja ya…. Surabaya kan guide juga. Nah dari banyaknya pertimbangan akhirnya diputuskan melintasi jalur sepeda di sepanjang kota Surabaya namun diperluas sampai di Tugu Pahlawan sebagai Ikon Utama Kota Surabaya.
Mulailah keinginan itu aku share ke teman-teman di FB. Gayung bersambut. Ada respon yag ingin ikut NR. Pas saat eksekusi ternyata banyak juga halangannya. Mendung mulai bergelayut dengan angin yang bertiup sangat kencang. Alhasil, begitu sampai di tikum start banyak teman yang mundur dengan berbagai kepentingan yang  harus diutamakan. Ndak masalah Show Must Go On.
Sampai dengan detik terakhir, hanya ada 4 orang sahabat sepeda. Aku, Om Ridho suamiku, om Bonnie dan Om Hanafia. Dengan santai Om Han bilang : “ Sip. NR 4sekawan”
“ kog 4 sekawan om..?”
“la kalo 5 kan namanya gangsal “
Hahahahaha bisa saja Destroyer satu ini kasih alasan.

Begitu batas waktu pukul 20.00 terlewati, kami langsung memulai NR dengan foto dulu di depan Monumen/patung SuraBaya di depan KBS. Start dimulai… bergerak menyusuri Jalur sepeda di sepanjang jalan Raya Darmo, lalu lintas memang padat tapi untungnya tidak merayap. Raya Darmo lanjut ke jalan Urip Sumoharjo, waduh mulai dech… lajur sepeda dipenuhi dengan mobil yang parkir ! tidak menyisahkan ruang sedikitpun. Terpaksa kita bersepeda tidak dilajur sepeda. Parahnya, yang parkir bukan saja mobil masyarakat umum yang mungkin tidak tau peruntukan jalur sepeda, namun juga mobil aparat kepolisian. Wadah…..!

Lanjut masuk jalan Basuki Rahmat. Lumayan lega…jalanan lebar dan jalur sepeda bisa dimanfaatkan.tapi begitu masuk Jalan Tunjungan, weh… mulai lagi… parkir berjejer lagi dan sepeda motor si om Polisi juga ikut meramaikan. Wes seng waras ngalah saja dech.
Memasuki Jalan Embong Malang, 4sekawan berhenti sejenak. Biasa, narsis.com dulu. Selesai, kita bergerak lagi menuju Jalan Bubutan. Di jalan ini point pertama, Gedung Nasional dimana ada makam Dr.Soetomo. Sayangnya  disini gelap sekali. Alhasil untuk berfoto kami menggunakan lampu senter dari sepeda om Bonnie. Sip.

Mulai bergerak lagi menuju Jalan Pahlawan. Untungnya pintu pagar terbuka dan kami bisa masuk. Di point kedua ini, kami langsung ambil posisi di depan pagar pintu masuk, jadi photona bisa dengan background Sang Dwitunggal Sang Proklamator. (aneh ya… monument Sang Proklamator kog di Surabaya…. Sampai Sang Tugu Pahlawan gak kelihatan ketutup tiang-tiang di belakang monument Sang Dwitunggal…)

Nah di areal ini aku menemukan satu papan petunjuk peta tempat bersejarah di Surabaya. Menariknya dibagian bawah ada sepasang Ikan Sura dan Buaya sebagai maskot Kota Surabaya. Parahnya, baru saat itu aku tau kalau Ikan Sura tuh simbol laki-laki (Cak Suro) dan Buaya simbol perempuan (Ning Boyo). Dengan guyon, om Ridho bilang : “ ini mencerminkan Suro wani Boyo Utang. Laki-lakinya pemberani, perempuannya berhutang”
Wah gak enak tenan artine….. hahahahahahahahahaha

Puas photo-photo, perjalanan kami lanjutkan kembali dengan mengarah ke Selatan lagi/arah balik. Point ketiga adalah Hotel Yamato atau Hotel Orange atau sekarang lebih dikenal sebagai Hotel Mojopahit yang terletak di Jalan Tunjungan. Gak ketinggalan kami juga photo-photona di lokasi sentral perjuangan arek-arek Suroboyo ini. Saking semangatnya mengabadikan gambar, gak sadar om Bonnie sampe nungging-nungging segala. Semangat 45.

Puas berphoto, lanjut ke point keempat, Monumen Gubernur Suryo di Jalan Pemuda. Jalanan masih cukup ramai. Di kantor Gubernut juga masih sangat ramai. Terlihat banyak mobil dinas terparkis dan aparat kepolisian yang bejaga. Maklum beberapa saat sebelumnya ada tragendi Sampang. “Selamat lembur ya Om-om pejabat…..”

Seperti di point-point sebelumnya, di depan monument Gubernur Suryo ini kami 4sekawan juga photo. Lanjut kembali menyusuri jalur sepeda menuju jalan Panglima Sudirman. Di sinilah point kelima. Monumen Bambu Runcing. Karena Monumennya di tengah jalan dan lalu lintas lumayan rame, kami hanya di sisi sebelah timur dan mengambil foto dari jarak yang sedikit jauh. 

Selesai…. Bergeraklah kami menuju titik finish. Taman Bungkul. Sengaja finish di lokasi yang identik dengan CFD di wilayah Kota Surabaya, karena ada areal makanan juga. Dan langsung kita menuju stand juice jumbo. Jus Alpukat, Jus Jeruk dan Mix Jus Sirsat Stroberry. Mantafffff abis. Setelah cukup beristirahat, kamipun kembali pulang ke rumah masing-masing dengan harapan tahun depan menjadi lebih baik.
B2W-Day 2012 with No Atribute, No Loading at All, No Much People and NO PROBLEMO.